LAPORAN
PRAKTIKUM HEMATOLOGI II
“Pemeriksaan
Darah Rutin"
NAMA
: AGNES GLORIA
REHY
NIM
: 18 3145
353 102
KELAS
: 2018 C
PROGRAM
STUDI D-IV TEKNOLOGI LBORTORIUM MEDIS
FAKULTAS
FARMASI, TEKNOLOGI RUMAH SAKIT DAN INFORMATIKA
UNIVERSITAS
MEGA RESKY
MAKASSAR
2020
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pemeriksaan
hematologi dilakukan untuk melihat nilai abnormalitas pada sel darah, salah
satu metode yang dilakukan yaitu waktu retraksi bekuan darah, (Juli dkk,
2015.Vol.4.No.1).
Haematology Analyzer merupakan alat untuk
pemeriksaan darah lengkap yang memiliki kecepatan dan tingkat keakuratan yang
cukup baik. Alat ini dapat mengurangi waktu pemeriksaan dari 30 menit
menggunakan metode manual menjadi 15 detik dan dapat mengurangi kesalahan (Zulfikar, 2018, Vol. 2 No. 1)
Darah merupakan unsur dalam tubuh manusia yang
memiliki peran dalam mekanisme kerja tubuh. Seluruh organ tubuh dihubungkan
oleh darah melalui pembuluh-pembuluh darah. oleh karena itu,darah dapat menjadi
cerminan keadaan tubuh, baik dalam keadaan sehat maupun sakit. Darah masih
menjadi sumber diagnosa medis yang paling dapat diandalkan. Hal ini dikarenakan
banyaknya informasi penting yang dikandung oleh darah. Sel darah merah
merupakan komponen esensial pada tubuh manusia yang pada keadaan normal selalu
berbentuk bikonkaf, tak berinti dan berfungsi sebagai pembawa oksigen. Fungsi
utama dari sel-sel darah merah, yang juga dikenal sebagai eritrosit adalah
mengangkut hemoglobin, dan
seterusnya mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan. Selain mengangkut hemoglobin, sel-sel darah merah juga
mempunyai fungsi lain. Hemoglobin
merupakan dapur asam-basa (seperti juga padakebanyakan protein), (Anamisa ,
2015 Vol.10 No.10).
Berdasarkan data rumah
sakit umum St.An tonius Pontianak tahun
2009 di dapatkan angka kejadian perdarahan post partum 1,84%, tahun 2010 angka
kejadian perdarahan post partum
meningkat menjadi 2,17% dan tahun 2011 sebanyak 1.481 ibu bersalin dengan angka
kejadian kejadian perdarahan post partum sebesar 3.10% (Wahdania dan Sri, 2017
Vol.1.No.1)
Oleh karena itu yang melatar
belakangi praktikum untuk memperoleh hasil dari macam- macam
pemeriksaan darah lengkap diantaranya hitung jumlah eritrosit; leukosit;
trombosit, hemoglobin, indeks eritrosit, dan lain-lain dengaq waktu yang cepat
B. Tujuan
1.Untuk dapat menunjang diagnosis klinik-klink
2. Untuk mengeta hui
prinsip pemeriksaan alat hematology analyzer
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
Darah merupakan cairan
tubuh yang berwarna merah dan terdapat di dalam system perdaraan darah tertutup
dan sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia . darah berfungsi dan
memasukan okigen dan bahan makan keseluruhan tubuh serta mngambil karbon
dioksida dan metabolic dari jaringan.(Anita
dan Nida 2016)
Darah
merupakan unsur dalam tubuh manusia yang memiliki peran dalam mekanisme kerja
tubuh. Seluruh organ tubuh dihubungkan oleh darah melalui pembuluh-pembuluh
darah. oleh karena itu,darah dapat menjadi cerminan keadaan tubuh, baik dalam
keadaan sehat maupun sakit. Darah masih menjadi sumber diagnosa medis yang
paling dapat diandalkan. Hal ini dikarenakan banyaknya informasi penting yang
dikandung oleh darah. Sel darah merah merupakan komponen esensial pada tubuh
manusia yang pada keadaan normal selalu berbentuk bikonkaf, tak berinti dan
berfungsi sebagai pembawa oksigen. Fungsi utama dari sel-sel darah merah, yang
juga dikenal sebagai eritrosit adalah mengangkut hemoglobin, dan seterusnya mengangkut oksigen dari paru-paru ke
jaringan. Selain mengangkut hemoglobin,
sel-sel darah merah juga mempunyai fungsi lain. Hemoglobin merupakan dapur asam-basa (seperti juga padakebanyakan
protein), (Devie , 2015 Vol.10 No.10).
Hematology analyzer
merupakan alat yang digunakan secara in vitro untuk melakukan pemeriksaan
hematologi secara otomatis, menggunakan reagen maupun cleaning sesuai manual
book. Hematology analyzer akan memecah hemoglobin menjadi larutan kemudian
dipisahkan dari zat lain menggunakan sianida, selanjutnya dengan penyinaran
khusus kadar hemoglobin diukur berdasarkan nilai sinar yang berhasil diserap
oleh hemoglobin, hasil pengukuran ditampilkan pada layar (Serti, 2018).
Prinsip kerja dari alat
tersebut salah satunya menggunakan Electrical impedance yaitu sel darah
digunakan sebagai penghambat arus listrik, hambatan yang semakin besar
berbanding lurus dengan ukuran sel
(Zulfikar, 2018, Vol. 2 No. 1).
Fungsi pemeriksaan
hematologi ini adalah menganalisis secara kuantitatif. Pemeriksaan ini
bertujuan untuk mengetahui adanya kelainan proses fisiologi tubuh, membantu
menerapkan diagnosis, membuat diagnosis banding, memantau jalannya penyakit,
penata laksanaan penderita dan menentukan prognosis, (Ludita dan Ayang, 2016)..
Penampungan, penyimpanan dan pengiriman
bahan. Pemeriksaan yang melalui tahap
tersebut harus dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga mendapatkan hasil yang
tepat.
Salah satu kesalahan praanalitik yang sering terjadi
dalam pemeriksaaan hematologi adalah lama
penundaan waktu yang dapat menyebabkan perubahan
bentuk sel darah. Hal tersebut dapat menyebabkan kesalahan interpretasi hasil pemeriksaan (Ratih ,2016 Vol.14 No .1)
Penundaan pemeriksaan sampel bisa
terjadi karena perawat bangsal di rumah sakit yang mengambil sampel pasien
tidak langsung membawanya ke laboratorium atau proses pergantian shift pada petugas laboratorium.
Pemeriksaan dengan darah EDTA sebaiknya
langsung diperiksa, hanya kalau terpaksa tertunda boleh disimpan di lemari es
(4oC). Trombosit tetap melakukan aktivitas metabolik selama penyimpanan yaitu terjadi pelepasan isi granula dan isi
sitosolik. Morfologi dan fungsi terjadi
perubahan pada sitoskeleton dan membran permukaan trombosit Hal tersebut
yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup dan fungsi
trombosit (Ratih ,2016 Vol.14 No .1)
Pemeriksaan darah
secara lengkap dengan menggunakan alat analisis sel darah automatik yaitu
Beckman Counter Auto Hematology Analyzer merupakan suatu penganalisis
hematologi multi parameter untuk pemeriksaan kuantitatif maksimum 19 parameter
dan 3 histogram yang meliputi WBC (White Blood Cell) Lymphocyte, Mid sized
cell, Granulocyte, RBC (Red Blood Cell), HGB (Hemoglobin), MCV (Mean Cospular
Volume), MCH (Mean Cospular Hemoglobin), MCHC (Mean Cospular Hemoglobin
Concentration), HCT (Hematocrit), PLT (Platelet) dan lain – lainnya, (Ludita
dan Ayang, 2016).
Pemeriksaan hematologi merupakan kelompok pemeriksaan
laboratorium klinik yang terdiri dari beberapa macampemeriksaan sepertikadar hemoglobin,
jumlah sel leukosit, seleritrosit, sel trombosit, laju endap darah (LED),
hitung jenis leukosit, hematokrit, retikulosit dan pemeriksaan hemostasis
(Chairani dan Nilai,2018 Vol1.No1)
Pemeriksaan
darah lengkap salah satunya adalah hitung jumlah trombositPemeriksaan
laboratorium meliputi 3 tahap yaitu tahap praanalitik, analitikdan
pascaanalitik. Tahap praanalitik meliputi persiapan pasien, pengambilan (Ratih,
2016 Vol.14 No .1)
System
peradaran darah merupakan alat system tranportasi yang berfungsi untuk
mengedarkan oksigen serta zat makanan ke dalam seluruh lapisan sel tubuh
manusia serta dapat juga mengangkut carbon dioksida darai zat sisa ke dalam
suatu organ pengeluaran(Tim,2015 Hal.186 )
Menurut Faridatul, 2018
menyatakan bahwa darah tersusun atas dua komponen utama yaitu :
1.
Plasma darah
Plasma darah yaitu bagian cair
darah (55%) yang sebagian besar terdiri dari air (92%), 7% Protein 1% nutrient
hasil metabolisme, gas pernapasan enzim, hormon-hormon, faktor pembekuan dan
garaman organil.
a.
Air berfungsi melarutkan zat-zat yang
terlarut dalam plasma darah seperti glukosa yang di gunakan oleh sel- sel tubuh
sebagai sumber energi, asam amino seperti ion-ion lain (natium dan klor).
b.
Protein merupakan molekul penyusun
plasma darah yang keberadaannya sekitr 7%,.
c.
Serum plasma darah berfungsi sebagai
anti body.bPlasma darah tersusun oleh beberapa unsur, (Sarwadi dkk, 2014:2).
d.
Anti toksin untuk menetralisir faksin
(racun) yang masuk kedalam tubuh dengan cara bergabung dengantoksin yang
dihasilkan bakteri sehingga toksin tersebut tidak berbahaya.
e.
Garam-garam mineral (NaCI,KCI serta
garam-garam fosfat) berfungsi untuk menjadi keseim bangan tekanan darah,
menjaga PH darah, serta mengukur daya serap membrane sel.
f.
Hormon berperan dalam merangsang serta
meningkatkan fungsi kerja alat- alat tubuh.
g.
Karbondioksidan merupakan hasil
respirasi sel yang harus d buang keluar tubuh.
h.
Sampah nitrogen merupaka hasil
metabolism yang akan dibbuang melalui urin yang eksresikan oleh ginjal.
2.
Sel-sel darah
Sel-sel
darah merah/ butir-butir darah (bagian padat) kira-kiura 45%, terdiri atas
eritrosit atau sel darah merah (SDM), leukosit atau sel darah putih (SDP dan
(trombosit). Sel darah merah merupakan sunsur terbanyak darim sel darah (44%)
sedangkan sel daarah putih dan trombosit 1% Tarwoto dan Wartona, (Faridatul,
2018.Vol.2.No.3).
Bagian darah yang cair
dan berwarna kekuning-kuningan adalah plasma darah. Diperkirakan plasma darah
berjumlah 55% dari seluruh jumlah darah, dan sisanya 45% adalah sel-sel darah.
Plasma darah terdiri dari 90% air dan Plasma darah berfungsi sebagai
penganngkut sari-sari makanan, hormone, dan zat-zat sisa metabolism, misalnya
karbondioksida. Selain itu, plasma darah juga berfungsi dalam pembekuan darah,
karena mengandung fibrinogen. Sari-sari makanan yang larut dalam plasma darah
adalah glukosa (gula darah), asam amino, asam lemak, vitamin dan garam-garaam
mineral, (Mikrajuddin dkk, 2006.Hal.128)
Hemoglobin merupakan
pigmen pengangkut oksigen utama dan terdapat pada eritrosit. Semua bentuk
hemoglobin antara lain oksihemoglobin, deoksihemoglobin, methemoglobin dan
karboksihemoglobin diubah menjadi bentuk stabil. Perubahan menjadi
sianmethemoglobin merupakan metode yang paling luas digunakan karena reagen dan
instrumen dengan mudah dapat dikontrol terhadap standar yang stabil dan handal.
Kadar hemoglobin dapat diukur menggunakan spektrofotometer dan penghitung sel
otomatis (hematology analyzer) yang secara langsung mengukur hemoglobin.
Spektrofotometer dapat mengukur semua jenis hemoglobin kecuali sulfhemoglobin.
Metode cyanmethemoglobin pada alat spektofotometer, prinsipnya adalah
hemoglobin diubah menjadi methemoglobin. Sedangkan terdapat beberapa metode
pengukuran yang digunakan pada alat hematology analyzer yaitu elctrical
impedance, fotometri, flowcytometry dan histogram (kalkulasi). Metode
fotometrik diintegrasikan ke dalam alat pengukur hitung sel otomatis
menggunakan hematology analyzer (Serti, 2018).
Indeks eritrosit adalah
batasan untuk ukuran dan isi hemoglobin eritrosit. Istilah lain untuk indeks
eritrosit adalah indeks korpusculer. Indeks eritrosit terdiri atas volume atau
ukuran eritrosit. Nilai eritrosit rerata dipakai untuk mengetahui volume
eritrosit rerata yang di ketahui dari nilai VER dan banyaknya hemoglobin dalam
satu eritrosit rerata dapat dilihat dari nilai HER serta untuk mengetahui
konsentrasi hemoglobin rerata dalam satu eritrosit dilihat pada nilai KHER (Wahdaniah
dan Sri, 2018, Vol. 2 No. 2).
Prinsip pengukuran
jumlah sel ini tergantung pada ukuran sel, luas permukaan, dan adanya
granula-granula di dalam sel. Metode otomatis menggunakan Hematology Analyzer
dapat digunakan untuk pemeriksaan rutin hitung jumah eritrosit dengan tujuan
agar memperoleh hasil yang cepat dan akurat. Namun metode ini dapat memberikan
hasil palsu pada keadaan sel yang abnormal. Hasil yang abnormal pada hitung
jumlah eritrosit dapat disebabkan oleh adanya cryoglobulins, lipid, aglutinin
dan adanya peningkatan jumlah sel leukosit (Neni dkk, 2017).
Penjumlahan hitungan
leukosit dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu manual atau otomatis.
Hasil jumlah hitungan leukosit cara manual yaitu dengan haemocytometer memiliki
tingkat kesalahan yang lebih tinggi (4–8%) bila dibandingkan dengan alat
analisis hematologik otomatis (2–4%), tetapi alat analisis hematologik otomatis
tidak mampu menghitung jumlah leukosit dengan teliti terkait jumlah leukosit
yang lebih dari 100.000 sel/mm3. Alat analisis hematologik otomatis biasanya
akan memberikan flagging (*) bila hasil perhitungannya tidak teliti. Oleh
karena itu hasil hitungan jumlah leukosit oleh alat analisis hematologik
otomatis dengan leukosit >100.000 sel/mm3 atau hasil dengan flagging (*)
harus diperkuat dengan cara lain yaitu manual atau dengan cara otomatis
menggunakan alat yang memiliki metode dan diluen yang berbeda (Christin dkk,
2011)
Faktor-faktor lain yang
dapat mempengaruhi perubahan jumlah trombosit dalam penyimpanan adalah
antikoagulan. Jika volume terlalu sedikit dapat menyebabkan trombosit membesar
dan mengalami disintegrasi, dapat diartikan jumlah trombosit akan menurun. Jika
volume terlalu banyak dapat menyebabkan terbentuknya jendalan yang berakibat menurunnya jumlah
trombosit (Ayu, 2019).
BAB
III
METODE
PRAKTIKUM
1.
PRA
ANALITIK
Persiapan pasien :
Tidak memerlukan persiapan khusus
Persiapan sampel :
1.
DTA sebaiknya tes dilakukan selambatnya
2 jam
2.
Sampel dapat disimpan 24 jam di dalam
kulkas dengan suhu 4⁰
C
3.
Anamnesis perlu diperhatikan riwayat
perdarahan, obat yang diminum dan transfusi drah
Waktu : Adapun waktu di lakukanya praktikum
kali ini adalah sebagai berikut :
Hari : Rabu
Tanggal : 28 April 2020
Prinsip :
Pemeriksaan trombosit,
hematokrit, leukosit dan hemoglobin dilakukan dengan cara langsung menggunakan
hematology analyzer (alat otomatis). Cara ini dianjurkan karena hasilnya yang
akurat, cepat dan tepat.Hematology analyzer bekerja dengan prinsipflow
cytometer.Ribuan sel dialirkan melalui celah tersebut sehingga sel dapat lewat
satu per satu, lalu dilakukan penghitungan jumlah sel dan ukurannya.
Alat
dan Bahan
1.
Alat
a) Tabung
reaksi
b) Alat
Automatik Hematology analyzer
2. Bahan
a)
Sampel darah EDTA
b)
Reagen
•
Reagen Diluent digunakan pada proses
perhitungan sel darah dan hitung jenis sel
•
Reagen Biolyse digunakan untuk
melisiskan sel-sel darah dan menentukan konsentrasi Hb
•
Reagen cleaner digunakan sebagai bahan
pembersih
2.
ANALITIK
Pemeriksaan darah rutin (trombosit,
hematokrit, hemoglobin dan leukosit):
1.
Menghubungkan kabel powerke
stabillisator;
2.
Menghidupkan alat hematology analyzer
dengan menekan saklar on/of;
3.
Secara otomatis alat akan melakukan self
checkdan background check;
4.
Memastikan alat dalam posisi ready dan
memeriksa sampel darah kembali untuk memastikan darah sudah homogen dengan
antikoagulan;
5.
Menekan tombol whole blood“WB” pada
layar;
6.
Menekan tombol ID untuk memasukkan no
sampel, lalu menekan tombol enter;
7.
Menekan bagian atas dari tempat sampel
yang berwarna ungu untuk membuka dan sampel diletakkan dalam adaptor;
8.
Menutup tempat sampel lalu menekan
tombol “RUN”;
9.
Secara otomatis hasil pemeriksaan muncul
pada layar;
10. Mencatat
hasil pemeriksan.
3. Pasca Analitik
Nilai
rujukan
WBC
(Leukosit) : 4.8 - 10.8 ribu/uL
RBC
(Eritrosit) : 4.7 - 6.1 juta/uL
HBG
(Hemoglobin): 14 - 18 gr/dL
HCT
(Hematokrit): 42 - 52 %
MCV : 79 - 99 fL
MCH : 27 -
31 pg
MCHC:
33 - 37 g/dL
PLT
(Trombosit): 150 - 450 ribu/uL
RDW : 11.5 - 14.5 %
PDW : 9 - 17 fL
MPV : 9 - 13 fL
Neutrofil:
50 - 70 %
Limfosit:
25 - 40 %
MXD : 25 - 30 %
Neutrofil:
2 - 7.7 %
BAB
IV
PEMBAHASAN
A. Pembahasan
praktikum
kali ini berjudul pemeriksaan Darah rutin perlu di ketahui Pemeriksaan darah
atau pemeriksaan hematologi secara umum dapat dibedakan menjadi dua yaitu
pemeriksaan hematologi rutin dan hematologi lengkap. Pemeriksaan hematologi
rutin terdiri dari hemoglobin/Hb, hematokrit (HCT), hitung jumlah sel darah
merah/eritrosit, hitung jumlah sel darah putih/leukosit, hitung jumlah
trombosit dan indeks eritrosit. Pemeriksaan hematologi lengkap (complete blood
count) terdiridari pemeriksaan darah rutin ditambah hitung jenis leukosit dan
pemeriksaan morfologi sel/sediaan apus darah tepi (SADT)/Gambaran darah tepi
(GDT)/morfologi darah tepi (MDT) yaitu ukuran, kandungan hemoglobin,
anisositosis, poikilositosis, polikromasi
Darah
merupakan unsur dalam tubuh manusia yang memiliki peran dalam mekanisme kerja
tubuh. Seluruh organ tubuh dihubungkan oleh darah melalui pembuluh-pembuluh
darah. oleh karena itu,darah dapat menjadi cerminan keadaan tubuh, baik dalam
keadaan sehat maupun sakit. Darah masih menjadi sumber diagnosa medis yang
paling dapat diandalkan. Hal ini dikarenakan banyaknya informasi penting yang
dikandung oleh darah. Sel darah merah merupakan komponen esensial pada tubuh
manusia yang pada keadaan normal selalu berbentuk bikonkaf, tak berinti dan
berfungsi sebagai pembawa oksigen. Fungsi utama dari sel-sel darah merah, yang
juga dikenal sebagai eritrosit adalah mengangkut hemoglobin, dan seterusnya mengangkut oksigen dari paru-paru ke
jaringan. Selain mengangkut hemoglobin,
sel-sel darah merah juga mempunyai fungsi lain. Hemoglobin merupakan dapur asam-basa (seperti juga padakebanyakan
protein),
darah
berfungsi sebagai penganngkut sari-sari makanan, hormone, dan zat-zat sisa
metabolism, misalnya karbondioksida. Selain itu, plasma darah juga berfungsi
dalam pembekuan darah, karena mengandung fibrinogen. Sari-sari makanan yang
larut dalam plasma darah adalah glukosa (gula darah), asam amino, asam lemak, vitamin
dan garam-garaam mineral,
Hematology
analyzer merupakan alat yang digunakan secara in vitro untuk melakukan
pemeriksaan hematologi secara otomatis, menggunakan reagen maupun cleaning
sesuai manual book. Hematology analyzer akan memecah hemoglobin menjadi larutan
kemudian dipisahkan dari zat lain menggunakan sianida, selanjutnya dengan
penyinaran khusus kadar hemoglobin diukur berdasarkan nilai sinar yang berhasil
diserap oleh hemoglobin, hasil pengukuran ditampilkan pada layar
Tujuan dari pemeriksaan darah lengkap adalah untuk
mengetahui kondisi kesehatan seseorang secara keseluruhan, sekaligus mendeteksi
lebih awal penyakit yang mungkin terjadi.Pemeriksaan darah lengkap juga bisa
dilakukan untuk memantau kondisi, jika apabila sedang dalam pengobatan atau
menderita penyakit yang bisa memengaruhi jumlah sel darah, misalnya demam
berdarah.
Prinsip
pengukuran jumlah sel ini tergantung pada ukuran sel, luas permukaan, dan
adanya granula-granula di dalam sel. Metode otomatis menggunakan Hematology
Analyzer dapat digunakan untuk pemeriksaan rutin hitung jumah eritrosit dengan
tujuan agar memperoleh hasil yang cepat dan akurat. Namun metode ini dapat
memberikan hasil palsu pada keadaan sel yang abnormal. Hasil yang abnormal pada
hitung jumlah eritrosit dapat disebabkan oleh adanya cryoglobulins, lipid,
aglutinin dan adanya peningkatan jumlah sel leukosit
Alat hematology analyzer
mempunyai keuntungan diantaranya:
a) tidak
melelahkan petugas laboratorium, jika harus banyak melakukan pemeriksaan hitung
jumlah trombosit.
b) Adanya
tampilan flag menunjukkan hal-hal yang perlu mendapat perhatian terhadap
pemeriksaan sampel.
Alat ini masih terdapat kelemahan apabila ada
trombosit bergerombol, trombosit besar (giant) serta adanya kotoran, pecahan
eritrosit (mikro sferosit), eritrosit kecil (mikrositik) tidak dapat terdeteksi
atau tidak dapat dibedakan. Teknik ini pada keadaan tertentu dapat memberikan
hasil rendah palsu atau tinggi palsu. Hitung jumlah trombosit metode otomatis
mempunyai perkiraan kesalahan ≤ 4 % pada sampel darah normal
Metode
otomatis memberikan hasil yang lebih mudah, cepat dan teliti dibandingkan
dengan cara manual. Pada metode otomatis, pengukuran hitung jumlah eritrosit
(red blood cell/RBC) menggunakan prinsip impedansi. Sel dihitung dan diukur
berdasarkan pada pengukuran perubahan hambatan listrik yang dihasilkan oleh
sebuah partikel, dalam hal ini adalah sel darah yang disuspensikan dalam
pengencer konduktif saat melewati celah dimensi. Sel-sel darah yang melewati
celah dengan elektroda di kedua sisinya mengalami perubahan impedansi yang
menghasilkan getaran listrik yang terukur sesuai dengan volume atau ukuran sel.
Amplitude setiap getaran sebanding dengan volume setiap partikel. Setiap
getaran diperkuat dan dibandingkan dengan saluran tegangan acuan internal, yang
hanya menerima getaran dari amplitude tertentu. Jika getaran range RBC, maka
dihitung sebagai RBC
Faktor
factor kesalahan pra analitik merupakan
faktor paling besar terhadap kesalahan pemeriksaan, antara lain
a) pengambilan,
penampungan, pengolahan dan penyimpanan bahan pemeriksaan.
b) Penyimpanan
bahan pemeriksaan perlu memperhatikan stabilitas sampel. Suhu dan lamanya waktu
penyimpanan dapat berpengaruh terhadap hasil pemeriksaan.
c) Pemeriksaan
hemoglobin menggunakan sampel darah EDTA (Ethylene Diamine Tetra Acetate)
sebaiknya dilakukan segera atau kurang dari satu jam setelah pengambilan, namun
apabila diperlukan dapat disimpan dalam lemari es (4oC) selama 2 jam. Darah
EDTA yang disimpan pada suhu 4oC selama 24 jam di dalam lemari es tidak
menyebabkan penyimpangan bermakna pada kadar hemoglobin
Pada pemeriksaan darah
lengkap, pengambilan sampel darah dilakukan dengan carapengambilan melalui
darah vena dikarenakan parameter yang akan diperiksa jumlahnya banyak seperti:
pemeriksaan hemoglobin, pemeriksaan eritrosit, pemeriksaan trombosit,
pemeriksaan leukosit, pemeriksaan hematokrit, pemeriksaan LED , dan lain –
lain. Pengambilan darah vena dilakukan dengan cara menusukkan kulit dengan
mengunaka spuit ke dalam lumen darah vena secara perlahan – lahan sampai jumlah
yang dibutuhkan, kemudian masukkan kedalam tabung yang telah berisi
antikoagulan
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
eritrosit adalah mengangkut hemoglobin, dan seterusnya mengangkut oksigen dari paru-paru ke
jaringan. Selain mengangkut hemoglobin,
sel-sel darah merah juga mempunyai fungsi lain. Hemoglobin merupakan dapur asam-basa (seperti juga padakebanyakan
protein),
Hematology
analyzer merupakan alat yang digunakan secara in vitro untuk melakukan
pemeriksaan hematologi secara otomatis, menggunakan reagen maupun cleaning
sesuai manual book. Hematology analyzer akan memecah hemoglobin menjadi larutan
kemudian dipisahkan dari zat lain menggunakan sianida, selanjutnya dengan
penyinaran khusus kadar hemoglobin diukur berdasarkan nilai sinar yang berhasil
diserap oleh hemoglobin, hasil pengukuran ditampilkan pada layar
Alat hematology
analyzer mempunyai keuntungan diantaranya:
a) tidak
melelahkan petugas laboratorium, jika harus banyak melakukan pemeriksaan hitung
jumlah trombosit.
b) Adanya
tampilan flag menunjukkan hal-hal yang perlu mendapat perhatian terhadap
pemeriksaan sampel.
Alat ini masih terdapat kelemahan apabila ada
trombosit bergerombol, trombosit besar (giant) serta adanya kotoran, pecahan
eritrosit (mikro sferosit), eritrosit kecil (mikrositik) tidak dapat terdeteksi
atau tidak dapat dibedakan. Teknik ini pada keadaan tertentu dapat memberikan
hasil rendah palsu atau tinggi palsu. Hitung jumlah trombosit metode otomatis
mempunyai perkiraan kesalahan ≤ 4 % pada sampel darah normal
B.
Saran
Diharapkan dapat
memenuhi aturan yang berlaku di laboratorium dan di harapkan kiranya Untuk
langsung memprktikum hematology analyzer ini agar dapat lebih memaha
DAFTAR
PUSTAKA
Donalizarti,
2016."Pemeriksaan Hemostasis Secara
Komprehensif Dengan Tromboelastografi".Vol.1.No.1.Riau
: Universitas Abdurrab
Dameuli,
Serti. 2018. "Perbedaan kadar
hemoglobin menggunakan hb meter, spektrofotometer dan hematologyanalyzer pada
sampel segera diperiksa dan ditunda 20 jam". Semarang: Universitas
Muhammadiyah Semarang.
Firani Novi Khila, 2018.”Mengenali Sel-Sel Darah dan Kelainan Darah”.Jakarta:UB
Press
Krisnawati,
Eni dan H. R. R. Ratih Hardisari. 2015. "Perbandingan Hitung Jumlah
Trombosit Menggunakan Alat Haematologi Analyzeer dengan Cara Manual (Fonio) di
Laboratorium RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten". Yogyakarta: Poltekkes
Kemenkes (Vol. 4 No. 1).
Lijaya
L.S dkk, 2014.”Perpanjangan Waktu
Perdarahan Pada Pemberian Perasan Bawang Merah (Allium ascalonicum)”.Vol.2.No.3.Kalimantan:
Universitas Jember
Oktiyani,
Neni dkk. 2017. "akurasi hitung
jumlah eritrosit metode manual dan metode otomatis". Banjarmasin:
Poltekkes Kemenkes Banjarmasin (Vol. 3 No. 2).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar