Senin, 04 Mei 2020

TUGAS PEMERIKSAAN TES TIBC DAN TES FERRITIN

 

HEMATOLOGI III
“PEMERIKSAAN FERRITIN DAN TIBC”






NAMA                     : AGNES GLORIA REHY 
NIM                          : 18 3145 353 102
KELAS                     : 2018 C



STUDI D-IV TEKNOLOGI LBORTORIUM MEDIS
FAKULTAS FARMASI, TEKNOLOGI RUMAH SAKIT DAN INFORMATIKA
UNIVERSITAS MEGA RESKY
MAKASSAR
2020

 


 




























                 “Pemeriksaan TIBC”
Tes TIBC adalah tes mengukur jumlah total besi yang dapat terikat oleh protein transferrin dalam darah atau dengan kata lain tes TIBC adalah pengukuran tidak langsung dari ketersediaan transferrin
1. Pra analitik
Tahap pra analitik meliputi persiapan pasien, pengambilan sampel, dan pengiriman sampel ke laboratorium pemeriksaan/rujukan, proses pemisahan serum atau plasma serta penyimpanan sampel. Semua faktor perlu dibakukan agar hasil  pemeriksaan dapat diinterpretasi secara baik dan berguna.
a. Persiapan Pasien : tidak ada persiapan khusus untuk pemeriksaan asam urat.
b. Pengambilan spesimen : pengambilan specimen di vena cubiti
     c. Persiapan alat dan bahan :
                1. Alat :
a)      Spektrofotometer
b)       Centrifuge
c)      Spuit 3 cc
d)      Tourniquet
e)      Tabung reaksi
f)          Kapas alcohol
g)       Mikropipet 1000 µL, 20 µL                     
h)        Tip
           2. Bahan
a)      Reagen Basic magnesium carbonate
b)      Saturating solution
c)      deionized water
d)     HCl
e)      larutan standar
f)       Saturating iron solution

2. Anlititik 

a.       Diasiapkan alat dan bahan yang akan digunakan
b.      Di pipet ,5 ml serum ke dalam tabung reaksi
c.       Di tambahkan 0,5 ml/ saturating iron solution
d.      Di campur dan di diamkan 15 menit pada suhu ruangan
e.       Di tambahkan 100 mg magnesium carbonate dan di homogenkan
f.       Diamkan selam 30 menit, sesekali di homogenkan
g.      Di sentrifus ,13. 000 selama 4 menit
h.      Di ambil 0,5 ml larutan kromogen tunggu hingga 10 menit
i.        Di baca absorbans pada panjang gelobang 562 nm.





3. Pasca analitik
    Tahap pasca analitik meliputi :
       a. Pencatatan Hasil
Kegiatan pencatatan dan pelaporan di laboratorium harus dilaksanakan dengan cermat dan teliti karena dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan dan dapat mengakibatkan kesalahan dalam penyampaian hasil pemeriksaan.
       b.  nilai normal. : TIBC: 240 hingga 450 mcg/dL























“Pemeriksaan Ferritin”


       Pemeriksaan ferritin dilakukan untuk mengukur konsentrasi ferritin atau cadangan besi di dalam tubuh. Sekitar 30% besi yang berada di dalam tubuh, tersimpan sebagai feritin di limpa, sumsum tulang dan hati. Pemeriksaan ini berkorelasi dan berguna pada evaluasi total body storage iron
  1. Pra analitik .
a.       Persiapan Pasien : pasien berpuaasa paling tidak 12 jam sebelum di ambil darah
b.      Tes fernitin lebih akurat  saat di lakukan pagi hari sebelum sarapan
c.       Metode : ELISA Double Sandwich
d.      Prinsip kerja : pemeriksaan fernitin serum memakai metode ELLISA dengan cara dounble sandwich. Antibody dengan hight affinity terhadap ferrnitin  atau antiferitin igG akan berikatan dengan ferritin serum dan selanjutnya dilabel dengan enzim horseradish peroxidase dan di baca absorbanya pada panjang gelombang 492 nm.
e.       Reagen :
1)      Preparat antiferitin Ig G yang di konjungasi dengan horseradish peroxidase
2)      Larutan fernitin di buat dengan cara :
a)       Encerkan Human ferritin 200 ul/ml ke dalam 10 ug/ml dalam 0, 05 mol/l larutan sodium  barbitone yang terdiri dari 0,1 mol/l NaCL 0, 02% NaN dan BSA 5 gr/dl, Ph di sesuaikan sampai ph 8 dengan menambahkan HCL 5 mol/l
b)      Bagi dalam 200 tabung kecil , masing masing berisi (200 ul, tutup rapat dan tahan sampai 1 tahun pada suhu 4 derjat C
c)      Jika di pakai, encerkan dengan buffer B  SAMPAI 1000 Ul/l dan siapkan larutan dalam range 0,2-25 ug/l  di bandingkan  dengan standar WHO untuk uji serun ferritin 94/572)
3)       Buffer A : phosphate-buffered saline ph 7.2
4)      Larutan substrat 


5)       Buffer B : 5 gram BSA ( bovine serum albumin ) dalam 1 liter buffer A
6)       Buffer C : carbonate bufer Ph 9,6
7)       Buffer D : Citrate phosphate buffer  PH
2.      Analitik
a.    Lapisi microtiter plate dengan cara :
a)      Preparat antiferitin Ig G di encerkan dengan 2 ul/ ml buffer C, tambahkan 200 ul ke dalam tiap-tiap sumuran.
b)      Tutup dan inkubasi semalaman pada suhu 40 kosongkan sumuran dengan cara di balik-balik dan di-tapping pada handuk kering
c)      Tambahakan 200 ul 0, 05 % BSA dalam buffer C, diamkan 30 menit pada suhu ruangan
d)     Cuci tiap sumuran  dengan buffer A Sampai 3x . plate dapat di simpan 1 minggu pada tempat kering dan suhu 4 derajat C
e)      Encerkan 50 ul serum pasien dengan 1 ml buffer B
f)       Tambahkan 200 ul larutan standar dan serum pasien ke dalam tiap sumuran  dalam waktu 20 menit
g)      Tutup dan diamkan selama 20 menit pada suhu kamar dan  jaukan dari sinar       matahari
h)       Kosogkan sumuran dan cuci 3 kali dengan buffer A
i)   Tambahkan  200 ul preparat konjungasi antiferritin Ig G dengan horseradish peroxidase yang sidah di encerkan, tutup dan diamkan selama 2 jam pada suhu kamar
j)        Cuci 3x dengan buffer A
k)  Tambahkan 200 ul larutan substrat pada tiap-tiap sumuran untuk menghentikan raksi
l)        Tunggu 30 menit dan baca absorbanya 492 nm dengan microtiter plate reader, atau ambil 200 ul larutan dari tiap sumuran  dan  masukan dalam 800 ul air , baca dengan fotometer.


3. Pasca anitik :
         Kadar ferritin normal 30-300 ng/mL untuk pria dan 15-200 ng/mL untuk wanita. Anak-anak :       7-140 mcg/L, Bayi usia – 5 bulan : 50-200 mcg/L dan Bayi baru lahitr : 25-200 mcg/L































 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar